RSS Feed

Take ur Time to Salat Jamaah!

Posted on

Entah sudah berapa lama saya tidak lagi berjamaah dikala shalat fardu 5 waktu. Pertanyaan itu muncul tiba-tiba, ketika saya selesai salat Ashar hari ini.. entah apa yang membuat saya kembali mengingat kapan terakhir kali saya berjamaah selain di bulan puasa untuk salat tarawih bersama keluarga besar saya di rumah eyang. Alasan Klise, tentang schedule dan berbagai hal duniawi lainnya terlihat sangat picik sekali ya.

ya eyang, yang langsung saya ingat adalah pertama kali saya mengenal salat dan berbagai macam bacaanya yang pada waktu umur sekitaran 8/9 thn saya DITUNTUT untuk bisa salat 5 waktu oleh mom and dad, atas ajaran eyang kung yang sangat-sangat otoriter dan GALAK dalam mengajar dan menghafal seluruh bacaan salat.

Saya mengingat betapa bodohnya waktu itu, saya berdiri tanpa mukena dan diatas sajadah hanya dihadapkan oleh eyang yang menuntut setiap bacaan salat, dari takbir hingga duduk terakhir, setiap kali saya salah pasti deh kena omelan, kena semprot karena ga hafal-hafal, dan ibu saya hanya bisa duduk disamping saya melihat betapa merananya anaknya ini di latih untuk salat.

semenjak saat itu, ada perasaan yang sangat-sangat tidak nyaman, dan saya langsung straight to the point sama eyang dengan pertanyaan se-simple mungkin ” why i have to salat?” mengapa saya harus salat? maksudnya dengan cara ini kah saya salat (dibentak, dipaksa dan di omelin karena ga hafal?) sejurus, kemudian beliau geleng kepala dan ok,, find ur self and answer it to ur self!

akhirnya mom, memberi tahu sejelas mungkin dan sesimple mungkin kepada saya waktu itu, tapi pengetahuan itu makin menjadi ketika mom memberikan fasilitas guru bantu untuk memberikan beberapa pelajaran tentang hal-hal tersebut, makin deh bingung tuh guru, nanya maunya saya apa.. no, i dont want a things just anwer that question, thats all!

klo dipikir, mungkin waktu itu guru saya merasa makan gaji buta, karena setiap hari pertanyaan saya sama.. eheheh.. diluar hapalan doa-doa salat dan surah-surah pendek untuk menyempurkan salat saya, akhirnya dia hengkang karena alasan yang tidak jelas, mengapa!

minggu selanjutnya, saya dapat guru baru, beliau seorang muadzin dekat rumah dan begitu seterusnya. and i dunno what i’ve to do, im just asking.. mom yang gatau lagi mesti gimana dan akhirnya dia menyarankan saya untuk beli buku-buku tentang salat dsb, maaf disini saya bukan berlagak sok pinter atau apalah itu, karena menurut saya agama itu bukan suatu hal yang turun menurun diwariskan oleh sebuah keluarga, melainkan sesuatu yang memang HARUS diyakini setiap individu, tak terkecuali oleh saya yang pada saat itu umur 8/9 tahun.

If u can’t convince them, confuse them! <- yes! yes! I love this!!!

keluarga mom muslim, dan keluarga daddy sangat liberal, so they didnt messed up with my thingy! i’ve learned from the best, actually! hehhee

banyak referensi buku-buku yang saya baca, berkat mom yang selalu mefasilitasi saya dengan banyak sumber dan media yang luas, disini pikiran saya berkembang dan menyadari banyak hal yang sangat menarik, di setiap agama yang saya ketahui.. keragaman itu memang menghasilkan baca hal yang patut dihargai, dan saya menyadarinya banyak sekali jawaban yang saya pertanyaakan kepada orang-orang sebelumnya.

Now, I know it!

Balik lagi ke salat jamaah, saya masih tidak tahu kenapa terpikir pertanyaan diatas tadi, tapi yang jelas saya mengingat bahwa sekitar 2 tahun lalu, saya pernah salat jamaah bersama keluarganya temen saya… hahahah nah lo! bingungkan,, saya juga!

hari itu tanggal 29 mei 2008, saya datang ke rumah temen saya di Menteng untuk ngambil kue yang dibuat oleh ibunya untuk hadiah ulang tahun saya! sepulang kerja saya mampir kerumah itu, dan memang menjelang maghrib. Sebelumnya temen saya bil, jgn sampe dateng pas maghrib kalo ga nanti saya harus nunggu sampe jam 6.30 untuk dibukakan pintu, karena penghuninya pada salat jamaah!

akhirnya saya datang, setengah jam sebelum maghrib. Agak canggung karena TEMEN saya belum sampe rumahnya, dia ada URUSAN sama yang lain.. deeeiimmnn… jadilah saya sendiri,dirumahnya! ANEH ya.. padahal baru ketemu 2x sama ibunya…

Kami ngobrol panjang, dan ga sadar masuk waktu maghrib, light conversation! Dan beliau ngajak saya untuk ikut salat berjamaah bersama beberapa anggota keluarga, minus TEMEN saya itu yang entah nyangkut dimana! (pulanngg keekk,,, gw ngadepin sendirian, dikira ga Jippeeerrrrr , SMS saya untuk dia)

salat jamaah yang diimami oleh si bapak, saya manggilnya kakek, dan manggil ibunya nenek diikuti si emba dan si mas yang suka bantuin mereka dirumah dan bantuin saya nyari taxi pas mau pulang,, hehehee

shaf depan diisi sama si mas anto (klo ga salah namanya) dan shaf berikutnya ada nenek, saya, dan si mbak. i dunno what the hell am i doin in my friend house! i just like hypnotized by it! sekujur tubuh saya merinding dan tiba-tiba saya terharu biru, menetes air mata.. i dunno where the hell those tears made off.. i just felt something that i never been before…

sampai rakaat terakhir, saya tidak bisa menahan air mata ini untuk menanggis dan hati selalu bergetar mendengar suara kakek melafazkan surah-surah al-quran! sebenarnya saya agak sering mengalami seperti itu, hati bergetar dan merinding dikala salat, dan mungkin hari itu saya benar-benar merasakan hal yang sama, hanya mungkin bedanya saya berada dirumah temen saya yang baru sangat saya kenal ini. how it could be possible?

Yes,, salat jamaah itu mempunyai keutamaan besar dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan, memberikan pengertian banyak, dan manfaat yang banyak pula, menambah kedekatan kepada Sang Pencipta, Allah dan mempertautkan hati diantara jamaahnya. mungkin ini yang saya alami, pertautan hati diantara jamaahnya, diluar keluarga saya!

Melihat saya meneteskan air mata, nenek menuntut saya untuk mengikuti doa setelah salat yang lamaaaaa dan panjang itu. (pantasss saja temen saya bilang seperti itu) dengan hati-hati beliau menanyakan keadaan saya, dan saya menjawab ‘no, im fine im just too happy to do this with your sweet family here, thank you grandma’ dan sejurus she kiss me on cheeks, and with purely wise word ” kamu bisa kapan saja ikut kami sekeluarga untuk salat jamaah disini, rumah ini sangat terbuka untuk mu, my dear”

Cheesy bgt ga sihh gw? gosh.. am i too corny?

Setelah salat, saya masih berbincang bersama mereka karena sambil menunggu temen saya yang sedari tadi gak pulang-pulang… (buussseettt bener-bener ihh dia ngerjain saya ketemu orang tuanya). Tidak lupa membereskan kue yang dibuat nenek, hadiah untuk saya karena ulang tahun,, hehee.. dan sampai hari ini temen saya really have no idea whats goin happened in her house! sayang sekali ya, saya tidak ada foto bareng mereka. (kalo ada kan bisa di post disini..😉 )

Terima kasih telah mengajak saya salat berjamaah dan memberikan banyak pembelajaran hidup yang saya dapat dari orang-orang besar seperti kalian. Hati ini selalu mengingat setiap hal yang saya rasa melalui indera perasa yang dituangkan dalam salat berjamaah dirumah itu.

i miss you nek, and funny kakek! i hope oneday i can do it once more with you guys

About Rinny Hafid

i am a part time WORKER, a part time CHEF and a FULL-TIME TRAVELER!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: