RSS Feed

Paid FORWARD!

Posted on

Its done..

like my last posting, surprise-surprise is always make people overwhelming yet scrupmtious!

Even a street children, i’ve admit that i even didnt know about them at all.. after today

i found and kept searching on the street, waiting them after they doing such as a singing along door to door to one of many cars ahead! Selling newspaper, feeding her/his sister/brother or even just begging some penny to giving a continued for life! What a life? What kind of life they passed through?

How they can survived? Ages around 7-12 years old? Living such as merry-go-round? Damn…i couldnt passed it up, really! How lucky i am,, in those age i was very well well living in great education, house living, fancy vacation around the continent and such a spoiled daddy-lil-girl! I dont have to work to get anything that i really wanted soooo bad!

Now i’ve been realized.. with all these happened and i never wanted more again about anything i didnt get. Theres something that i can easily get in this life.

I just like bumped into big big cans over me, well like we’re saw today a bunch of potrait a metropolitans unsavory living, was in between. Realized that i cant even passed it up. I put myself in the depth of marginal case.

Dan hari ini saya belajar dan mengerti konsep hidup! Menikmati apa yang saya punya, bukan apa yang saya tidak punya.

Berawal dari teman-teman di bandung dalam komunitas A Box Of Milk dimana Organisasi ini memberikan Sekotak Susu untuk anak-anak jalanan, dan sekitar bulan Februari-Maret lalu saya memasukan proposal Organisasi ini ke Lomba OIYP sebuah organisasi pemuda seluruh dunia yang diselengarakan di India tahun ini, melalui Organisasi Nirlaba di Australia.

Hampir sebulan saya membuat objek ini untuk penulisan essay dan di bantu oleh foundernya sendiri dalam pembuatan letter of reference, karena dengan harapan saya harus bisa memenangkan kompetisi ini untuk mengubah pola hidup masyarakat sekitar dan Indonesia.

Makanya di bulan Mei ini saya ingin mengaktualisasikan apa yang saya tulis dengan tindakan nyata. Dan alhamdulillah sekali, banayk pihak terutama teman-teman saya mendukung dan memberikan beberapa sumbangan berupa Buku – Buku, karena main pointnya adalah saya memberikan SEKOTAK SUSU kepada mereka yang ditambah dengan bingkisan-bingkisan kecil serta makanan

Banyak hal yang mungkin saya dan beberapa teman yang berpartisipasi hari ini merasakan di kejar-kejar orang kelaparan (ok, too much!) dan mobil saya terkerubungi oleh manusia-manusia dengan tatapan yang sangat traumatik. Serta betapa susahnya membedakan mana yang benar-benar membutuhkan atau hanya sekedar keterpaksaan hidup mereka yang menempatkan diri di tengah-tengah Metropolitan unsavory living? Well.. i dunno

saya memulai ini dari niat pribadi, bisa di bilang tidak ada satu pun anggota keluarga yang tahu saya berbuat ini di hari ulang tahun saya, kecuali supir dan tante saya (itu juga mereka hanya tahu ini project saya dkk). Bahkan ibu saya , yang sejak keluar rumah SMS untuk tanya kegiatan saya hari ini apa.

Everything is under my own control, from budgeting until the spontanious spot! I just wanna felt what is ”PAID FOWARD!“

menggambarkan apa yang sudah saya dapat dari kehidupan dan keluarga ini beri, semua kemudahan yang saya dapat dari segi apa pun di kehidupan saya. Jadi tidak ada salahnya saya berbagi apa yang saya punya dengan mereka.

Padahal saya masih belum bisa memberikan apa pun sama keluarga (menurut saya lohh!!) ini sebuah refleksi, moomie membuat saya berfikir banyak tentang hal, A-Z sentilan yang diberikan menggugah dan terlahirlah ide ini. Dan saya pun hanya menanggis :

“moomie, this is the best that i can do with others“

bermodal nekat dan beberapa uang jajan saya seminggu, saya bisa mewujudkan hal tsb dibantu oleh beberapa sahabat dalam eksekusinya, mendapat sokongan dana yang tidak pernah saya kira dari lovely aunt (saya juga belajar ”Berbagi“ dr dia) dan teman-teman sejawat di kantor lama maupun baru dan teman-teman di Asean yang telah memberikan finishing touch untuk melengkapinya.

Makanan, snack, buku dsb yang menjadi alat untuk saya bisa mengenal lebih jauh dari orang-orang yang marjinal..

sayangnya, masih banyak anak-anak jalanan yang belum bisa baca, buka yang saya beri hanya bisa di lihat gambar dan layout, tidak untuk di baca melainkan untuk ”dijual“ kembali

how pathetic!

Makanan yang menurut sahabat saya bisa memberika efek ”shock“ karena mungkin hanya hari ini saja mereka merasakan makanan ini, dan jikalau mereka ingin lagi, apa yang akan terjadi? Apa yang akan mereka perbuat untuk mendapatkan makanan seperti HARI INI?

Tidak tahu, mungkin salah dengan penempatan menu! Tapi menurut saya wajar saja, dan saya ingin mereka merasa senang although, just TODAY!

Banyak dari anak-anak jalanan yang sangat takut untuk di ajak bicara dgn saya, mereka hanya menjawab sekedarnya dan menunduk takut untuk menatap mata saya, dan terkesan menghindar. Memang sangat susah dengan pendekatan yg seperti ini, bahkan mereka tidak mau untuk mengambil bingkisan dari mobil saya, dengan alasan :

tidak bu, saya takut masuk panti sosial lagi,, ampuunn bu“

what? Panti sosial? Gimme a break


scared to caught in the act

saya menjelaskan dan mereka tetap menolak untuk saya ajak ke mobil.

Mata mereka yang penuh traumatik dan ketidakberdayaan ini lah yang membuat saya susah membedakan mereka, satu sisi mereka memiliki rumah di satu sisi lain mereka adalah orang-orang yg menhiasi ibukota dengan permasalahan mereka dan saya pun terbius.

She even scared to look at me at once

Banyak dari mereka yang hanya bisa menangis disaat saya berikan buku, karena mereka tidak bisa membaca serta menjual kembali ”makanan dan seluruh snack“ yang saya berikan kepada pejalan.

Oohh for god’s sake, what you doin kiddo?

Tapi itulah mereka dengan segala kompleksitas dan kepolosan, tetap saja masih luput dari orang-orang seperti kita ini. Yang tertutup dengan kaca mobil supeerrrr gelap untuk menghindar dari tatapan mereka yang penuh ”Harapan“

This is How we can give them some package!

Saya sengaja menyelipkan quote yg ditujukan untuk membangun rasa percaya diri mereka, dengan tulisan-tulisan seperti : ” jangan lupa berdoa dan bersyukur“, Tersenyumlah dan lihat apa yg terjadi!!

hehehe agak lucu karena saya semua yang menulis quote itu untuk mereka di tiap bingkisan, dan saya mulai berkaca..

”APA iya saya bisa melakukan apa yang saya tulis untuk mereka?“

—- hahahaha

Susahnya mendapatkan mereka, berinteraksi bahkan berkomunikasi juga susah. Sangat tertutup!

Saat kemarin saya mulai tahu apa saja yang menjadi permasalahan anak-anak jalanan, saya lebih mengerti dan memahami apa yang sebenarnya mereka jalani.

They Live in?

Setelah kejadian yang menakutkan di jalan, kami memutuskan untuk memberikan bungkusan memalui kaca mobil, dan saya sudah tidak berani turun. Banyak preman yang menggali kesempatan ini untuk memeras saya.

Pembelajaran hari kemarin adalah menggunakan timing yg tepat dan sudah tahu sasaran yang akan dituju, untuk cases on the spot mungkin saya terlalu shock dengan reaksi mereka, itu yg membuat saya takut dan lgs melaju cepat!

Saya benar-benar belajar sekali dengan pola pikir dan pola kerja mereka, selama ini saya tutup mata tentang mereka, yang selalu ada hilir mudik di setiap lampu merah, tetapi mereka masih punya keingian untuk bisa sekolah dan bahkan menjadi anak baik-baik, karena mereka takut untuk masuk panti sosial, yang menurut mereka sangat MENYIKSA!

Mereka tidak secara detail memberikan penjelasan, tetapi raut traumatik masih sangat jelas saya lihat.

Pengalaman ini bisa saya buat untuk acuan acara selanjutnya, yang lebih terorganisir serta bisa tepat dengan apa yg saya konsepkan dalam essay yg saya tulis untuk Oxfam Youth.

Mudah-mudah semua pihak yang telah membantu saya, baik tante saya (in personal), teman-teman di Boston, teman-teman sejawat yang memberikan sumbangan berupa buku dan sahabat-sahabat yg kemarin ada di mobil serta teman-teman di ASEAN yang dengan sukarela turun kejalan di malam hari memberikan bingkisan dsb.

Terima Kasih telah menjadi bagian untuk menjadi Inspirator mereka.

heimat ist für mich ein Ort, wo ich meine Freiheit habe, meine Gedanken und Gefühle frei und verantwortungsvoll ausdrücken kann


PAID FOWARD

About Rinny Hafid

i am a part time WORKER, a part time CHEF and a FULL-TIME TRAVELER!

4 responses »

  1. Dyane Danindra Bakrie

    WWoooowwwww…. you did it, girl?

    i just knew it from my email!! congratz
    akhirnya segala keriuhan di party bash kemaren di tutup dengan acara sosial yaaaa….

    so keep on balance life!
    doing a great job!!! i supported you..

    uang jajan seminggu aja bisa ngasih seabrek gitu apa lagi sebulan yaaaaa? kebayang dapet apa tuh anak-anak!

    Reply
    • danke sehr, dy!!
      ga seriuh yg lo kira, tp emg udah niatan dari 2 bulan yg lalu..
      hahaha dapat kebahagiaan dari gw…

      Reply
  2. Duh dermawati dadakan yg satu ini, gw kira acara ini bwt syukuran ultah lo. Tak apa lah yg penting tujuannya baik. Dan semoga juga pke foto2, g ada maksud ria juga y sobat ^^.

    Reply
  3. howaboutme :

    Duh dermawati dadakan yg satu ini, gw kira acara ini bwt syukuran ultah lo. Tak apa lah yg penting tujuannya baik. Dan semoga juga pke foto2, g ada maksud ria juga y sobat ^^.

    lah emg iyaa acara ultah gww!!! iya bookkk… gw sih ga ada pikiran buat riya. klo lo iya kali, lo duluan yg mencetuskan penggunaan kata ituu.. hahaaha
    danke schon yea

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: